ARTIKEL

Menjadi Bijaksana

Written by Adi Kiswanto on . Posted in Artikel
Bijaksana Ilmu, Kuasa, dan Harta
Ketika kuliah saya sering nongkrong di warnet kampus. Bahkan waktu saya lebih banyak berada di warnet ketimbang berada di kelas untuk kuliah. Di warnet tersebut saya kenal dengan penjaganya. Orangnya agak pendiam dan sederhana. Suatu ketika ada seorang Profesor yang juga menjabat sebagai Dekan di fakultas tersebut bermaksud mengirimkan sebuah email penting ke seseorang. Akan tetapi Profesor tersebut kurang familiar dengan teknologi sehingga meminta sang penjaga warnet untuk mengirimkan email tersebut. Bahkan menggunakan email si penjaga warnet. Karena koneksi internetnya sangat lambat (maklum zaman dulu tidak seperti sekarang) dan kapasitas filenya besar maka email tersebut belum juga terkirim. Tak pelak hal tersebut membuat sang Profesor naik pitam. Sehingga, sang penjaga warnet pun dimarahi oleh Profesor. Dengan sabar penjaga warnet melayani Profesor tersebut hingga emailnya pun dapat terkirim walapun dengan waktu yang tidak sebentar.

ISLAM DAN PERUBAHAN ZAMAN

Written by admin on . Posted in Artikel
Noverdi Afrian*
Sebuah Konsekuensi Zaman
“Wahai Allah, kalau pasukan (kaum Muslimin) ini sampai binasa hari ini, Engkau tidak akan disembah lagi (oleh manusia). Wahai Allah, jika Engkau menghendaki, Engkau tidak akan disembah lagi setelah ini.”3)
Rasulullah bersungguh-sungguh dalam memohon, sehingga kain selendangnya jatuh dari pundaknya. Kain itu kemudian disampirkan kembali oleh Abu Bakar ke pundak beli

MEMBANGUN PILAR ILMU DAN BUDAYA DALAM PERADABAN KITA

Written by admin on . Posted in Artikel
Noverdi Afrian*)
Beranilah memikirkan dan mengucapkan pemikiran yang tidak mungkin!”
(Mochtar Lubis)
Euforia Semu Negeri Untaian Zamrud Khatulistiwa
Apa yang Anda pikirkan dengan nominal uang sejumlah 1.900 Triliun Rupiah? Barangkali di antara kita ada yang membayangkan uang senilai itu cukup untuk menyulap Stadion Utama 

Semangat Hijrah,Semangat Perubahan

Written by admin on . Posted in Artikel
Eko Bambang Fitriyanto *
Masyarakat yang melakukan hijrah terbukti mampu menciptakan peradaban yang gemilang contohnya hijrah Nabi SAW dan para sahabat ke Madinah berhasil membangun sebuah komunitas masyarakat Islam yang sekarang terkenal dg sebutan masyarakat madani,hijrahnya suku-suku Aria setengah primitif ke selatan dan barat telah melahirkan peradaban-peradaban Barat dan Timur yg lebih besar,migrasi orang Samiyah ke wilayah dua sungai (eufrat dan tigris),mesir dan afrika utara menyebabkan terbentuknya peradaban besar di Samuria,Babilon dan Akadea. Sementara di barat migrasi ke Amerika,Asia dan Afrika merupakan sebab utama munculnya renaissance dan perubahan di eropa dan sekaligus merupakan faktor dasar bagi munculnya peradaban barat modern.

Di Rumah Sendiri, Bahasa Indonesia Tidak Populer

Written by Eksternal_PIIJateng on . Posted in Artikel
Pengamat bahasa dan kesusastraan Indonesia Eka Budianta menilai nasionalisme bangsa Indonesia sedang dalam posisi rendah, terutama berkaitan dengan rasa kebanggaan berbahasa nasional. Eka menyatakan, bahasa Indonesia kalah populer dari bahasa asing. Ironisnya, hal itu terjadi di rumah sendiri.
“Kita belum memakai bahasa dengan sungguh-sungguh sehingga dalam penggunaannya bahasa Indonesia pun mengalami pendangkalan bahasa,” katanya seusai menghadiri acara Puncak Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia di kantor Badan Bahasa, Jakarta, Selasa (30/10/2012).

“Mengendur-Mengerut” Bahasa Kita

Written by Eksternal_PIIJateng on . Posted in Artikel
BAHASA menunjukkan bangsa. Ungkapan yang bermakna bahwa adab, kebiasaan, dan karakter suatu bangsa dapat ditunjukkan oleh bahasa yang dipakai. Perkembangan suatu bangsa pun pada beberapa segi bisa kita ketahui dari perkembangan bahasanya. Tak terkecuali yang kini berlangsung di negeri kita.
Minimal ada dua temuan penting bertalian dengan bahasa dan perkembangan sosial (bangsa) Indonesia. Saya menyebutnya fenomena mulur-mungkret (Bahasa Jawa: mengendur dan mengerut) Bahasa Indonesia. Pertama; kecenderungan untuk nginggris. Kedua, pemakaian Bahasa Indonesia dalam jejaring sosial (social media


Problematika Pelajar dalam hal Tawuran

Written by admin on . Posted in Artikel
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh serta Gubernur DKI Jakarta Fuazi Bowo bertekad mengakhiri tawuran pelajar di Jakarta. Tekad ini disampaikan M Nuh saat jumpa pers di SMAN 6 Bulungan Jakarta Selatan, Selasa (25/9) pasca tewasnya Alawy Yusianto Putra (15) pelajar SMA tersebut dalam peristiwa tawuran dengan pelajar SMAN 70 Senin (24/9).
Sayangnya, ketika tekad tersebut masih ‘berusia’ satu hari, jatuh korban lain. Deni Januar (17) siswa kelas XII SMA Yayasan Karya 66, Kampung Melayu, Jakarta Timur tewas terkena sabetan senjata tajam pelajar SMK Kartika Zeni. Meninggalnya Deni Januar menambah panjang daftar korban tewas pelajar akibat tawuran. Menurut data Kompas (Rabu, 26/9) dalam jangka waktu setahun 13 pelajar di Jabodetabek tewas menggenaskan akibat tawuran. Jika Deni dihitung dalam setahun terakhir berarti korban tewas akibat tawuran di Jabodetabek mencapai 14 orang. Satu jumlah yang sangat besar.
Siapa yang salah? Salah kita semua! Mengapa kita semua salah?

0 komentar:

Dí lo que piensas...