Who am I ? iya siapa saya? ketika ada
yang bertanya siapa saya maka secara otomatis saya akan menjawab “saya
yah Ade”
simple toh? “simple or stupid”
kata hati nurani saya ikut nimbrung
tapi Ade kan didunia ini banyak banget
yah, ada Ade tukang siomay, tukang gado gado, Ade yang guru, Ade
pemulung dan Ade Ade yang lain, jadi saya Ade yang mana? jawaban ini
sama sekali tidak menunjukan siapa saya, ehmmm mikir, then who
am I? lalu pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana saya bisa
mengenal pencipta saya, bagaimana bisa mencintai diri saya kalau siapa
saya saja saya tidak tahu, kata orang tak kenal maka tak
cinta
sayang, baiklah, mari merenung sejenak sekedar memikirkan siapa saya?
cinta
sayang, baiklah, mari merenung sejenak sekedar memikirkan siapa saya?
Saya adalah manusia yang berasal dari
setetes airmani yang hina, membaca kalimat ini terasa bahwa saya bukan
siapa siapa dan bukan apa apa, kemudian ALLAH meniupkan ruh kedalam
jasad saya dan menjadikan saya hidup, tanpa ruh maka jasad saya hanya
gumpalan kehinaan, dari sini maka saya sadari bahwa saya terdiri atas
dua unsur, raga dan jiwa, kira kira begitu dulu. Iya benar ada hidung,
mata, alis, bibir, sempurna nampaknya namun jika raga ini tanpa jiwa,
akan layu dan mati… artinya benar saya terdiri dari raga dan jiwa,
hebatnya ALLAH, subhanallah
artinya dengan mengenal diri, sekarang
saya sudah menjadi orang yang tahu diri, kalau hidung agak besar dan
pipi agak cabi yah tahu diri lah tak usah dioperasi biar mancung, kan
ini bagian dari syukur, kalau diubah nanti ALLAH marah, sudah diberi
bagus begini, pas lah pokoknya
Kemudian untuk apa ALLAH menciptakan
raga dan jiwa saya ini, pasti ada tujuannya dong, masa asal dicipta
terus sudah gitu, nanti jadi barang rongsokan dong, iya untuk apa? masa
hidup hanya raga dan tidak pakai rasa, hambar dong, harus ada napsu dan
iman yang mengisi relung hati agar hidup tak hambar.
Dan didalam hati ada dua ruang atau dua sisi atau dua wadah, pertama wadah kebaikan biasa disebut dengan QOLBUN SALIM yang di dalamnya ada NUR ILAHI, tempat bersemayam kebenaran, ketenangan (Nafsul Mutmainah) dan dikendalikan oleh para malaikatnya ALLAH dan biasa disebut dengan hati yang paling dalam atau hati NURANI. Disisi lain ada Nafsu Jahat yang akan dikendalikan oleh sang Iblis yaitu nafsu untuk melakukan yang enak enak tidak pada tempatnya, melakukan kejahatan dan semua yang merusak.Ini yang membuat saya hidup karena didalam diri saya ada dua sisi yang harus saya tata dengan iman, dan tugas saya adalah menjauhkan yang buruk dan mengisi dengan kebaikan, agar selamat dunia akhirat inilah saya ! !
Ehmmm… sampai disini saya mulai mengerti
bahwa hidup ini berat, ah tidak juga karena saya dan tugas saya adalah
menjalankan takdir, karena DIA yang memberi saya ujian adalah DIA yang
akan memberikan jalan keluar, DIA yang meletakan saya dikesempitan
adalah DIA yang melapangkan hati saya, gak susah dong
semua sudah digariskan oleh ALLAH, tugas
saya hanya ridho atas ketentuan ketentuan ALLAH, ALLAH gak akan bikin
saya susah pokoknya, karena ALLAH tidak pernah menguji diluar batas
kemampuan saya, udah dijamin tuh
.
Menyadari bahwa semua yang ada dalam diri saya terjadi karena ALLAH dan maka kesadaran selanjutnya adalah semua yang ada dalam tubuh saya bekerja karena izin ALLAH, mata saya tak dapat melihat tanpat ridho (izin ALLAH) telinga saya tak dapat mendenger jika ALLAH tak ridho, jantung saya tak berdetak ketika ALLAH menghendaki tak berdetak, dan berdetak hanya jika ALLAH izinkan, paru paru saya mampu menampung oksigen karena ALLAH ridho sang paru paru bekerja tanpa ridho atau izin ALLAH mustahil tuh paru paru saya mau bekerjaDemikian juga dengan kerja jiwa, semua rasa atas kehendak ALLAH, patah hati atas izin ALLAH kan ALLAH juga yang akan beri pengganti, diberi penyakit juga atas ridho dan izin ALLAH kan hanya ALLAH yang mampu mengangkat penyakit ini, jika semua atas terjadi karena izin ALLAH maka dibutuhkan kesadaran bahwa ALLAH tidak pernah mendzalimi hambaNYA, DIA hanya memberikan yang terbaik.Artinya siapa saya? saya adalah milik ALLAH yang tiada daya dan upaya tanpa kehendak ALLAH …
“Kalau begitu maksiat juga atas izin
ALLAH dong De?” Oooppss another stupid question
kita punya napsu itu betul tapi jangan
salah dan mencari kambing hitam atas ke-enakan yang kita tempatkan untuk
memuaskan hawa nafsu, ingat bahwa mata, telinga, jantung, dan semua
indra dalam raga adalah hanya alat, alat untuk menjalankan fungsi kita
sebagai manusia yaitu “BERIBADAH” ingat loh semua yang dititipkan akan
dikembalikan kepada pemiliknya dan ditanya pula “dipakai untuk apa saja
tuh semua alat2 yang dipinjam tadi” mata dipakai untuk apa? telinga
dipakai untuk apa? kelamin digunakan untuk apa? jika melenceng dari
fungsi dan tujuan penitipan, artinya semua itu tidak digunakan untuk
ibadah, kira kira marah gak yang nitipin?
gak cuma marah, tapi pengen mentung kalau
bisa
Nah jadi jelaslah siapa saya, untuk apa
ALLAH menciptakan saya, mengapa saya ada dibumi ALLAH ini, dan raga yang
indah ini untuk apa dan punya siapa, jiwa dan ruh ini untuk apa dan
akan kemana berpulangnya, setelah tahu siapa saya maka saya tidak akan
lagi hidup asal asalan karena takut sang pemilik jiwa saya akan marah
karena saya tak berguna ditaruh dibumiNYA
Yuk, setelah tahu siapa kita, buatlah
pemilik jiwa kita bangga sudah menciptakan kita tanpa sia sia, tak
hanya jadi pengembara tanpa tujuan tapi jadilah hamba yang mampu membuat
ALLAH bangga, karena kita berguna untuk ALLAH, agama ALLAH, dan manusia
manusia setelah kita …














0 komentar:
Dí lo que piensas...